.

.

Muhammad : 7

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [Al-Imran : 110]

As-Shof : 4

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.[As-Shof : 4]

Bergerak atau Tergantikan

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Hidup Mulia atau Mati Syahid

Ketika Kau Lahir di Dunia dengan Tangisan, Dunia Gembira Riang Menyambutmu. Ketika Kau Gugur sebagai Pahlawan, Dunia Mengangisimu, Namun Ruhmu gembira menyambut Syurga-Nya

Kita adalah Penyeru

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [Al-Imran : 110]

Rabu, 21 Februari 2018

BELAJAR TSIQOH dan TOTALITAS

[BELAJAR TSIQOH dan TOTALITAS]
.
Kalian perlu belajar ilmu Tsiqoh dan Totalitas dalam menjalankan Amanah dari Saudara Seimanku satu ini... Dian Sulistianto... Waktu pertama bertemu skitar 7 tahun lalu saat Smester 1 Kuliah, terlihat tampang nya memang seperti Preman... Celana Pensil dan Muka seperti orang mabok (beler)... Dan aku dikejutkan saat dia mendaftarkan diri sebagai Marboth Al Hurriyyah IPB... Disana dia mulai banyak berubah... Menjadi lebih baik...
.
Soal Amanah, selalu dia tunaikan dengan Totalitas... Bahkan tanpa mengeluh terus dia kerjakan hingga tuntas... Mungkin itulah sederhananya kata Tsiqoh... Tsiqah, Imam Hasan Al Banna menjelaskan bahwa makna tsiqah adalah ketenangan jundi (anggota) terhadap qiyadahnya (pemimpinnya) dalam hal kemampuannya dan keikhlasannya yang menjadikannya semakin cinta, menghargai, menghormati serta taat...
.
Amanah sebagai Marboth, LDK, Tim Penyambutan Al Hurriyyah, Ospek Marboth, Ketua Iedul Qurban, Grup Bisnis, dll, selalu ia tuntaskan dengan Totalitas dan Tsiqoh yg mendalam... Bahkan sempat juga kita maju sebagai pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa IPB... ABADI (Abu dan Dian Mengabdi) for KM IPB hahaha...
.
Barokallah Vro atas Wisudanya.. Semoga menjadi Sarjana Agribisnis yg bermanfaat bagi banyak orang... Terus ngaji dan terus menebar manfaat... Tularkan Virus Totalitas dan Tsiqohmu pada yg lain...
.
#Notes19 #WisudaIPB #Tsiqoh #Totalitas #Amanah #SebabLillahUntukIbadah #Hmin3LaunchingProdukBaru




Sarapan Pagi

Katanya Sarapan pagi lebih penting daripada makan siang dan malam... Karena di pagi hari kita membutuhkan banyak energi selepas tidur untuk aktivitas seharian full... Makanya Rosulullah, dalam Bab Puasa, menyuruh kita untuk Sahur di Pagi Hari.. Bukan Siang hari.. Karena akan banyak hal yg dapat dikerjakan sedari pagi buta... Apalagi untuk kamu yg ingin menebar manfaat bagi banyak orang... Perlu energi baik di hari yg baik...
.
#Notes19 #BuburLagi  #SarapanPagi #Penting #SehatDjiwaRaga #MuslimHarusKuat #Hmin3LaunchingProduk #SebabLillahUntukIbadah


Yuk Tilawah

Al-Quran hanya akan memberikan manfaat saat merasuk dan tertanam kuat di dalam hati. – (Abdullah bin Mas’ud)
.
Kalo bacanya hanya sekedar penggugur kewajiban, ya begitulah... Mungkin akan jadi beban... Coba yuk ubah mindse kita, Al Quran sebagai kebutuhan setiap harinya... Seperti layaknya kebutuhan kita akan makanan... Maka jadikan Al Quran sebagai salah satu makanan Rohani kita yg angker kering retak ini... Kalo bisa, kita punya patokan target jelas.. Misal setelah subuh, selepas sholat dan sebelum tidur... Dengan begitu, insyaAllah Al Quran akan merasuk dan tertanam di dalam hati kita... Dan memberikan banyak manfaat... Minimal sekali, mendapat kebaikan dari setiap huruf yg dibacanya... #MasyaAllah -- Aku sering sekali melenakan-nya Yaa Robb... Dekatkan selalu hati ini kepadanya... Kawan, doakan aku yah...
.
#Notes19 #SelepasPulang #StasiunBogorKeJakarta #AntarPaketKhusus #Hmin4LaunchingProduk #SebabLillahUntukIbadah


Senin, 19 Februari 2018

Perempuan Setelah Menikah...

Barangkali dulu, ketika masih gadis. Di usianya yang telah memasuki kepala dua dan usia pernikahan, salah satu kekhawatirannya adalah tentang pasangan hidup. Entah bentuk khawatir seperti; apakah ada laki-laki yang mau menikahinya? atau apakah ia cukup siap untuk menjadi seorang istri? dan lain sebagainya. Dan kekhawatiran itu pun tumbuh subur seiring usianya yang merangkak naik, seiring banyaknya laki-laki yang datang silih berganti tapi tak satupun menarik hatinya.
Di bayangnya, kehidupan pasca menikah, apalagi menikah dengan laki-laki yang dicintainya adalah kehidupan yang segalanya indah. Padahal tidak demikian. Kata siapa bahwa selepas menikah, kekhawatiran perempuan akan sirna begitu saja? Justru sebaliknya, kekhawatiranya bertambah, semakin banyak. Dan ini menjadi sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.
Khawatir ketika sudah menikah tapi belum juga hamil. Apalagi ketika melihat teman-temannya yang lain memperbarui halaman sosial medianya dengan berita kehamilan atau kelahiran. Lebih khawatir ketika ditanya oleh keluarga. Dan ini menjadi pembelajaran berharga bagi siapapun, bahwa barangkali ungkapan kebahagiaan kita di sosial media bisa menjadi sebab ketidakbersyukuran seseorang yang melihatnya. Juga ini akan menjadi pelajaran berharga bagi semua perempuan yang menikah nantinya dan belum segera dikaruniai anak, ia akan menjadi lebih memahami dan lebih empati kepada perempuan yang lainnya.
Kekhawatiran ketika suami atau anaknya sakit. Apalagi ketika melihat mereka tidak bisa tidur tenang, tidak bisa makan masakan yang dibuatnya dengan susah payah. 
Kekhawatiran ketika belum bisa memasak. Meski kita tahu bahwa memasak bukanlah sebuah hal paling penting dari kesiapan menikah seorang perempuan. Tapi bagi perempuan itu sendiri, memasak untuk keluarga, apalagi melihat keluarganya memakan apa yang ia buat dengan susah payah adalah kebahagiaan yang entah bagaimana menjelaskannya. Khawatir ketika suami tidak mau memakan masakannya, khawatir kalau masakannya tidak enak. Meski, sang suami berusaha untuk menganggapnya bukan sesuatu yang penting. Tapi tetap saja itu penting bagi istrinya.
Kekhawatiran tentang bagaimana ia bisa berbaur dan bergaul dengan keluarga suami. Entah tentang bagaimana ia bisa membuka pembicaraan dan mertua. Bagaimana ia bisa menjadi menyenangkan untuk saudara-saudara suami. Dan memang selama ini tidak ada panduan tentang bagaimana membangun hubungan antara istri dan mertuanya. Dan itu selalu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi perempuan yang akan dan baru menikah.
Ada begitu banyak kekhawatiran yang semakin hari semakin bertambah. Dan perempuan yang perasa, membuat kekhawatiran itu kadang tumbuh tak terkendali. Dan tugas laki-laki yang menjadi seorang suaminya nanti sebenarnya sederhana yaitu; jangan menambah kekhawatirannya. Jadilah laki-laki yang baik.
©kurniawangunadi | 10 Februari 2017


Semoga engkau selalu bersabar yaa... : )

Keluarga yang Beruntung

Anak-anak yang beruntung bukan mereka yang bergelimang harta dan fasilitas mewah dari orangtuanya.
Anak-anak yang beruntung adalah yang mereka yang bergelimang hikmah dan keimanan dari orangtuanya.
Mereka beruntung karena kelak ajaran orangtuanya begitu dibutuhkan dalam menjalani setiap fase kehidupan.
Dan orangtua yang beruntung adalah mereka yang sudah tidak lagi hidup, tapi pahala terus mengalir untuknya, ialah doa dari anak-anak yang shaleh shalehah :)

By : Aji Nur Arifah (Istri Mas Gun)


Kini dan Nanti #TheKrenerzs

Moga Berkekalan Persahabat kita para Genk #TheKrenerzs .... Yg pada lulus lama dan di kompakan lagi ketika orang lain udah pada lulus dan sudah berkeluarga... Sekarang hingga nanti ya kawan.. Kalo nikah undang2 lah... Wookeeh...


Jodoh dan Maut

Kecelakaan Hari ini.. Teruk Molen menimpa Angkot.. Remuk dan Korban meninggal ditempat seketika...
.
Begitulah ajal kawan... Dimanapun bisa ditemui jika sudah saatnya... Bahkan jika kita hanya berdiam diri saja di dalam kamar rumah... Pasti ia akan datang juga.. Mending lakukan amal kebaikan terus saja... Hingga kelak, ajal menjemput, amal kebaikan itu yg akan dikenang banyak orang...
.
Pertanyaan bagi Kaum Jomblowan/wati : "Mau Ajal atau Jodoh duluan yg datang...?" #jadiSerem #BujangHiddin
.
#Notes22 #AntaraAjalDanJodoh #SebabLillahUntukIbadah #MencariTerus #PerbaikiDiriTerus #HinggaSaatnyaTiba #PilihanAllah



Iklan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites